Kamis, 24 November 2016

Contoh Proses Perulangan (looping) For, Goto, While, Do-While, Break, Continue


  • Perulangan For 

Konsep Pemrograman For 
Belajar Mebaca HuRUF A-Z




  •  Perulangan While
                                        Konsep Pemrograman While



  • Perulangan do while
                                    Konsep Pemrograman Do While
Cara Mehitung Bilangan 1 Sampai 50



  •  Pernyataan Continue
                                          Konsep Pemrograman Continue
                                          Bilangan Prima Dari 1 SampI 10



  • Pernyataan Break
                                   Konsep Pemrograman Break
   Jadwal Perkulihan Teknik Informatika Kelas 1A




  •  Pernyataan goto

                                           Konsep Pemrograman Goto

                                    Jadwal Perkulihan Teknik Informatika Kelas 1A







    Operator dan Operand pada C++

                                                  Operator dan Operand pada C++

    Operator adalah simbol yang mengolah nilai pada operand dan menghasilkan nilai baru.

    Operand adalah variabel/nilai yang akan diproses oleh operator.
    Berdasarkan jumlah operand, operator dibagi menjadi 3, yaitu:
    1. Unary, melibatkan 1 operand
    2. Binary, melibatkan 2 operand
    3. Ternary, melibatkan 3 operand

    Operator Aritmatika


    1. Operatur Unary
    Operator
    Keterangan
    Contoh
    +
    Tanda Plus
    -4
    -
    Tanda Minus
    +6
    2. Operator Binary
    Operator
    Keterangan
    Contoh
    *
    Perkalian
    4 * 5
    /
    Pembagian
    6 / 2
    %
    Sisa Pembagian
    5 % 2
    +
    Penjumlahan
    7 + 2
    -
    Pengurangan
    6 - 2

    3. Operator Ternary
    Operator ternary adalah operator yang digunakan dalam operasi yang melibatkan tiga operand. Adapun operan yang digunakaan untuk menyatakan adalah operator "?" Konsep yang mendasari operasi ini adalah suatu percabangan (pemilihan) yang berdasarkan pada kondisi tertentu.


    • Bentuk umum dari penulisan ekspresi aritmatika dikaitkan dengan pernyataan pemberi nilai:
    1. Lvalue harus berupa variabel tunggal. Bila bukan, maka akan tampi pesan kesalahan
    2.  Rvalue dapat berupa konstanta, variabel lain, maupun ekspresi aritmatika

    • Urutan operator aritmatika
    Operator
    Keterangan
    *atau/
    Tingkatan Operator sama, peng gunaannya tergantung letak, yang didepan didhulukan
    %
    Sisa pembagian
    + atau -
    Tingkatan Operator sama, peng gunaannya tergantung letak, yang didepan didhulukan

    • Jenis Operator
    1. Operator (=), akan memberikan nilai ke dalam suatu variable
    2.  rtinya memberikan nilai 5 ke dalam variable a. Sebelah kiri tanda = dalam pernyataan di atas, dikenal dengan lvalue (left value) dan di sebelah kanan tanda = dikenal dengan rvalue (right value). lvalue harus selalu berupa variable, sedangkan rvalue dapat berupa variable, nilai, konstanta, hasil operasi ataupun kombinasinya
    3.  Dalam C++, operasi aritmatika dapat disederhanakan penulisannya dengan format penulisan operator majemuk
    Assignment
    Operator
    Operasi aritmatika bisa
    Assignment
    Operator
    Hasil
    +=
    I = I + 2
    I + = 2
    I bernilai 3
    -=
    J = j - 3
    J - = 3
    J bernilai 0
    *=
    K = k * 4
    K * = 4
    K bernilai 12
    /=
    L = l /4
    L / = 4
    L bernilai 1
    %=
    M = m%2
    M % = 2
    M bernilai 1

    A + = 5 sama artinya dengan menuliskan a = a+5
    A * = 5 sama artinya dengan menuliskan a = a*5
    A / = 5 sama artinya dengan menuliskan a = a/5
    A % = 5 sama artinya dengan menuliskan a = a%5


    •          Bentuk penulisan  notasi:
                A++ atau ++A
                A--  atau --A




     1. Operator relasi digunakan untuk membandingkan dua buah nilai.
    2.  Hasil perbandingan: nilai 1 (True) dan 0 (False)
     3. Berikut Tabel Operator Relasi


    • Operator logika digunakan untuk menghubungkan dua buah operasi relasi menjadi sebuah ungkapan kondisi.
    • Hasil dari operator logika ini menghasilkan nilai numerik 1 (True) dan 0 (False)
    • Tabel Operator Logika 

    • Operator logika AND digunakan untuk menghubungkan dua/lebih ekspresi relasi, akan dianggap BENAR, bila semua ekspresi relasi yang dihubungkan bernilai BENAR.
    • Operator logika OR digunakan untuk menghubungkan dua/lebih ekspresi relasi, akan dianggap SALAH, bila semua ekspresi relasi yang dihubungkan bernilai SALAH
    • Operator logika NOT akan memberikan nilai kebalikkan dari ekspresi yang disebutkan. Jika nilai yang disebutkan bernilai BENAR maka akan menghasilkan nilai SALAH, begitu pula sebaliknya.
    • Operator Bitwise Shift Left digunakan untuk menggeser sejumlah bit ke kiri.


    • Operator Bitwise Or digunakan untuk membandingkan bit dari dua operand. Berikut ilustrasi dari perbandingan bit dari 2 operand.



    Jika Anda ingin melihat lebih lanjut tentang pengenalan C++ silahkan klik link berikut :

    https://drive.google.com/open?id=0B0A0MX_gp8d1dHQ1T0ZRaTVyTVk

    contoh soal IF

    1. Buatlah program kasir dengan megunakan pernyataan IF, IF-ELSE, NESTED IF

    a. Jika pembelian Rp. 50000 tidak mendapatkan hadiah atau diskon
    b. Jika pembelian Rp 100000 akan mendapatkan bonus 1 buah gelas cantik
    c. Jika pembelian Rp 500000 akan mendapat diskon dari 10% dari pembelian
    d. Jika pembelian Rp 1000000 akan mendapat diskon dari 15% dari pembelian.
    e. Jika pembelian Rp 10000000 akan mendapat diskon dari 25% dan 1 lusin piring cantik

    Jawaban: 


    CONTOH PROGRAM KALKULATOR

    PROGRAM KALKULATOR SEDERHAN 




    PROGRAM KALKULATOR UMUR 



    KALKULATOR HASIL PEMAKAIAN BENSIN ATAU TAHUN







    Selasa, 22 November 2016

    Konsep Pemrograman Array

                                                      Konsep Pemrograman Array

    Variabel Larik atau lebih dikenal dengan ARRAY adalah Tipe terstruktur yang terdiri dari sejumlah komponen-komponen yang mempunyai tipe sama. Suatu Array mempunyai jumlah komponen yang banyaknya tetap. Banyaknya komponen dalam suatu larik ditunjukan oleh suatu indek untuk membedakan variabel yang satu dengan variabel yang lainnya.

    Variabel array dalam Borland C++, dapat digolongkan menjadi dua buah dimensi:
    • Array Berdimensi Satu.
    • Array Berdimensi Dua
    Array Dimensi 1
    Bentuk Umum pendeklarasian array:
    Tipe_Data Nama_Variabel[Ukuran]
    Keterangan :
    • Type Data : Untuk menyatakan type data yang digunakan.
    • Ukuran : Untuk menyatakan jumlah maksimum elemen array.
    Contoh Pendeklarasian Array
    float Nil_Akhir[6];
    Inisialisasi Array Dimensi 1
    Tipe_data nama_array[jml_elemen] = { nilai array };
    Suatu array, dapat diakses dengan menggunakan subscript atau indexnya. Bentuk umum pengaksesan dengan bentuk :
    Contoh :
    Nil_Akhir[3];
    Nil_Akhir[1];
    Nil_Akhir[0];

    Array Dimensi 2
    Bentuk Umum pendeklarasian array :
    Tipe_Data Nama_Variabel[index-1][index-2]
    Keterangan:
    • Type Data : Untuk menyatakan type data yang digunakan.
    • Index-1 : Untuk menyatakan jumlah baris
    • Index-2 : Untuk menyatakan jumlah kolom
    Contoh Pendeklarasian Array
    int data_jual[3][3];
    Inisialisasi Array Dimensi 2
    Tipe_data nama_array[jml_elemen] ={ { nilai array },{nilai array}};
    Suatu array, dapat diakses dengan menggunakan subscript atau indexnya. Bentuk umum pengaksesan dengan bentuk :
    Contoh :
    Nil_Akhir[3][0];
    Nil_Akhir[1][2];
    Nil_Akhir[0][3];

    Array berdimensi 3


    —  Contoh pendeklarasian array berdimensi 3:



    —  Bentuk umum pengaksesan:


    ——  Contoh:
              Berdasarkan tabel sebelumnya:
              data_jual[2][2][1] è 210
              data_jual[1][2][1] è 200

    —  Bentuk inisialisasi/pemberian nilai awal pada suatu array:




    Jika Anda ingin melihat lebih lanjut tentang konsep pemrograman array silahkan klik link berikut :